lambang gunadarma

lambang gunadarma

Sabtu, 02 Januari 2010

Indonesia All Star

Skuad Indonesia All Star


Sebanyak 22 pemain yang akan memperkuat skuad tim Indonesia All Star menghadapi Manchester United, secara resmi diumumkan di Jakarta, Kamis (16/7). Mereka yang saat ini menghuni pemusatan latihan tim ‘Merah Putih’ di Sawangan, Depok.

Untuk posisi penjaga gawang misalnya, Markus Horison (PSMS Medan) tidak sendiri. Sebab dua rekannya di timnas ikut terpilih, yakni Ferry Rotinsulu (Srwijaya FC) dan Dian Agus Prasetyo (Pelita Jaya).

Di lini belakang, stopper Sriwijaya FC Charis Yulianto, masih belum tergantikan. Ia bahkan dipastikan menjadi kapten tim Indonesia All Star. Nantinya, dia akan bersama Ricardo Salampessy (Persipura), Maman Abdurrachman (Persib), dan Isnan Ali (Sriwijaya FC).

Sementara di lini tengah, gelandang Persija Jakarta Ponaryo Astaman masih akan bahu-membahu dengan mantan gelandang PSMS Medan Elie Aiboy, dan Eka Ramdani asal Persib, guna menghalau pergerakan Ryan Giggs dkk.

Sedangkan lini depan, bomber Persipura Jayapura, Boaz Salossa, yang menjadi top skor Superliga edisi perdana musim ini, dan menempati pimpinan poling SMS dipastikan menjadi starter.

Nantinya, ia akan ditopang tiga tukang gedor lainnya, yakni Bambang Pamungkas (Persija), Saktiawan Sinaga (Persik), Budi Sudarsono (Sriwijaya FC) dan striker mungil asal Persiba, Talaohu Abdul Musyafry.

Skuad Indonesia All Star:

  • Kiper - Ferry Rotinsulu, Dian Agus Prasetyo, Markus Harison
  • Belakang - Isnan Ali, Muhammad Ridwan, Charis Yulianto, Ricardo Salampessy, Maman Abdurrachman, Nova Arianto, Muhammad Roby
  • Tengah - Syamsul Chairuddin, Ponaryo Astaman, Elie Aiboy, Firman Utina, Eka Ramdani
  • Depan - Boaz Salossa, Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Saktiawan Sinaga, Musyafry

Sinyal Buruk Timnas Indonesia

Sinyal Buruk Timnas Indonesia


(Foto, Int)
JAKARTA -- Tim Nasional (Timnas) Indonesia memberikan sinyal buruk menjelang lanjutan Pra Piala Asia 2011 kontra Oman Rabu (6/1) nanti. Tim besutan Benny Dolo itu kandas 1-2 di tangan Africa Selection pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta kemarin (31/12).

Kekalahan itu, diakui Benny Dolo, pelatih timnas, akibat dari minimnya komunikasi di lapangan sesama pemain. "Itu membuat organisasi tim tidak berjalan dengan baik," ujar Bendol, sapaan karib Benny Dolo. Pria berbadan subur itu menengarai kurangnya komunikasi etrsebut dipengaruhi penampilan para pemain saat membela klub masing-masing.

Kemudian masih ditambah minimnya waktu berkumpul Bambang Pamungkas dkk di pelatnas. Maklum tim yang dibentuk untuk menghadapi Oman bukalah tim yang serupa benar saat Indonesia menghadapi Kuwait lalu. Lini berkurang dipastikan berkurang tanpa Maman Abdurahman dan Ismed Sofyan. Djayusman Triasdi dan Christian Warobay didaulat mengisi kekosongan yang ada.

Lini depan juga tak komplet setelah Boaz Solossa tak memenuhi undangan timnas. Bendol merasa cukup dengan mengandalkan empat tukang gedor terbaik Indonesia. Mereka adalah Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Saktiawan Sinaga, dan T.A. Musafri. Hanya Bendol masih perlu mewaspadai stabilitas Budi. "Budi mudah sekali terpancing emosi. Saya harus melakukan pendekatan dengan komunikasi secara langsung," ujar pria kelahiran Manado itu.

Penampilan emosional itu tak hanya diperlihatkan Budi dalam uji coba kemarin. Pada babak pertama, pasukan Gardua masih tampil tenang. Namun, setelah gawang Markus Horison kebobolan gol Bako Sadiso di menit ke-20 dalam laga 3x30 menit itu atmosfer pertandingan mulai berubah.

Suasana tak berubah meski pada babak kedua Bendol mengganti beberapa pemain beberapa pemain. Diantaranya Djayusman Triasdi dan Saktiawan Sinaga yang digantikan Hariono dan M Ilham. Malah, suasana semakin panas saat Christian Bakatal menceploskan bola pada menit ke-58 ke gawang timnas.

Memasuki babak ketiga Bendol menarik Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono. Mereka diganti oleh T. A. Musafri dan Eka Ramdani dengan harapan mampu meningkatkan serangan. Lumayan, Timnas mampu memperkecil ketinggalan lewat Bambang Pamungkas pada menit ke-75.

Dengan hasil tersebut, Bendol tak akan meliburkan latihan timnas hari ini, meski bertepatan dengan perayaan tahun baru. "Mulai besok (hari ini, red) saya akan menekankan latihan pada perbaikan kerja sama tim," ujar Bendol. Sebelumnya berdasarkan pengamatan Bendol, Oman memiliki satu kelemahan krusial. Senjata utama untuk melumpuhkan adalah dengan mengandalkan kolektvitas tim. (vem)

Sinyal Buruk Timnas Indonesia

Sinyal Buruk Timnas Indonesia


(Foto, Int)
JAKARTA -- Tim Nasional (Timnas) Indonesia memberikan sinyal buruk menjelang lanjutan Pra Piala Asia 2011 kontra Oman Rabu (6/1) nanti. Tim besutan Benny Dolo itu kandas 1-2 di tangan Africa Selection pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta kemarin (31/12).

Kekalahan itu, diakui Benny Dolo, pelatih timnas, akibat dari minimnya komunikasi di lapangan sesama pemain. "Itu membuat organisasi tim tidak berjalan dengan baik," ujar Bendol, sapaan karib Benny Dolo. Pria berbadan subur itu menengarai kurangnya komunikasi etrsebut dipengaruhi penampilan para pemain saat membela klub masing-masing.

Kemudian masih ditambah minimnya waktu berkumpul Bambang Pamungkas dkk di pelatnas. Maklum tim yang dibentuk untuk menghadapi Oman bukalah tim yang serupa benar saat Indonesia menghadapi Kuwait lalu. Lini berkurang dipastikan berkurang tanpa Maman Abdurahman dan Ismed Sofyan. Djayusman Triasdi dan Christian Warobay didaulat mengisi kekosongan yang ada.

Lini depan juga tak komplet setelah Boaz Solossa tak memenuhi undangan timnas. Bendol merasa cukup dengan mengandalkan empat tukang gedor terbaik Indonesia. Mereka adalah Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Saktiawan Sinaga, dan T.A. Musafri. Hanya Bendol masih perlu mewaspadai stabilitas Budi. "Budi mudah sekali terpancing emosi. Saya harus melakukan pendekatan dengan komunikasi secara langsung," ujar pria kelahiran Manado itu.

Penampilan emosional itu tak hanya diperlihatkan Budi dalam uji coba kemarin. Pada babak pertama, pasukan Gardua masih tampil tenang. Namun, setelah gawang Markus Horison kebobolan gol Bako Sadiso di menit ke-20 dalam laga 3x30 menit itu atmosfer pertandingan mulai berubah.

Suasana tak berubah meski pada babak kedua Bendol mengganti beberapa pemain beberapa pemain. Diantaranya Djayusman Triasdi dan Saktiawan Sinaga yang digantikan Hariono dan M Ilham. Malah, suasana semakin panas saat Christian Bakatal menceploskan bola pada menit ke-58 ke gawang timnas.

Memasuki babak ketiga Bendol menarik Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono. Mereka diganti oleh T. A. Musafri dan Eka Ramdani dengan harapan mampu meningkatkan serangan. Lumayan, Timnas mampu memperkecil ketinggalan lewat Bambang Pamungkas pada menit ke-75.

Dengan hasil tersebut, Bendol tak akan meliburkan latihan timnas hari ini, meski bertepatan dengan perayaan tahun baru. "Mulai besok (hari ini, red) saya akan menekankan latihan pada perbaikan kerja sama tim," ujar Bendol. Sebelumnya berdasarkan pengamatan Bendol, Oman memiliki satu kelemahan krusial. Senjata utama untuk melumpuhkan adalah dengan mengandalkan kolektvitas tim. (vem)

Skuad Timnas Indonesia vs Oman

Inilah Skuad Timnas Indonesia vs Oman
Benny Dollo
(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Pelatih timnas senior Indonesia, Benny Dollo, mengumumkan daftar pemain yang akan diturunkan melawan Oman. Dua diantaranya pemain muda jebolan SEA Games 2009.

Laga penyisihan Grup B Pra Piala Asia 2011 itu dijadwalkan terselenggara pada Rabu (6/01) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dua pemain muda itu adalah Rahmat Latif dari PSM Makassar dan Djayusman Triasdi dari Persebaya Surabaya. Selain itu, Ahmad Kurniawan dan Christian Worabay kembali mengenakan kostum merah-putih setelah absen beberapa waktu.

Pemanggilan pemain baru ini untuk menggantikan posisi Ismed Sofyan dan Maman Abdurahman yang masing-masing dihukum akibat kartu merah dan akumulasi kartu kuning.

Total 22 pemain akan bergabung dengan pelatnas yang dimulai pada hari Minggu (27/12).

Hari Senin (28/12), Benny akan terbang ke Singapura untuk mempelajari permainan Oman ketika dijamu Singapura.

"Kami akan mengintip kekuatan terakhir Oman. Dari hasil pengamatan itu, kita bisa menentukan taktik dan strategi yang akan kita terapkan saat bertemu di Jakarta," katanya.

Ia mengatakan, timnas tetap akan berpegang pada pola 3-5-2 atau 4-4-2 yang sudah berjalan selama ini.

Indonesia yang berada di posisi juru kunci harus mampu meraih kemenangan pada dua pertandingan terakhir, yakni melawan Oman dan Australia di kandang lawan.

Daftar pemain Timnas Indonesia:

Kiper: Markus Harison, Ferry Rotinsulu, Achmad Kurniawan.

Pemain Belakang : Christian Worabay, M Nasuha, Charis Yulianto, Nova Arianto, Djayusman Triasdi, Rahmat Latif, Isnan Ali, M Ridwan.

Pemain tengah : Ponaryo Astaman, Hariono, Firman Utina, Eka Ramdani, Syamsul Cherudin, Muhammad Ilham.

Pemain depan : Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Boaz Solossa, Saktiawan Sinaga, TA Mushafry.

Jumat, 01 Januari 2010

Etika manajerial

Etika manajerial

adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka.

Kategori etika manajerial

Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:

Perilaku terhadap karyawan

Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya.

Perilaku terhadap organisasi

Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Tanggung Jawab Sosial manajer/perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya.

Pro Kontra mengenai
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tujuan perusahaan bukan untuk motif social, akan tetapi untuk memperoleh profit dan mencapai tujuan yang diharapkan oleh para pemilik perusahaan. Perusahaan adalah partner dari lingkungan sosial kemasyarakatan, sebagaimana halnya juga pemerintah dan masyarakat lain pada umumnya Akan banyak terdapat konflik kepentingan di masyarakat jika perusahaan terlibat dalam aktifitas social. Perusahaan biasanya memiliki sumber daya untuk menyelesaikan masalah dilingkungan sosial masyarakat Perusahaan yang ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam lingkungan sosial masyarakat justru akan memiliki kekuatan untuk mengontrol masyarakat, dan itu indikasi yang kurang baik secara Sosial

Perusahaan adalah bagian dari lingkungan sosial masyarakat, oleh karena itu sudah semestinya ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masyarakat. Perusahaan tidak memiliki ahli yang mengkhususkan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan, oleh karena itu sulit bagi perusahaan untuk ikut bertanggung jawab

Kegiatan bisnis seringkali menimbulkan masalah, oleh karena itu sudah semestinyalah perusahaan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

Strategi Pengelolaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Rendah —————-Tingkat Tanggung Jawab Sosial————– Tinggi

Reaktif

Cenderung Menolak tanggung Jawab Sosial

Akomodatif

Melakukan tanggung jawab sosial untuk menghindari tekanan dari masyarakat

Defensif

Cenderung membela diri dalam menghindari tanggung jawab sosial

Proaktif

Mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial; Membentuk model industri yang bertanggung jawab sosial

Strategi Pengelolaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

  • Strategi Reaktif

Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab sosial

  • Strategi Defensif

Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial .

  • Strategi Akomodatif

Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut

  • Strategi Proaktif

Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun.

Manfaat
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

  • Manfaat bagi Perusahaan

Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah

  • Manfaat bagi Masyarakat

Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.

  • Manfaat bagi Pemerintah

Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.

http://74.125.153.132/search?q=cache:jDLU4Pu0_9sJ:www.fe.unpad.ac.id/elearning_fe/dosen/ernie/

pengantar_%2520manajemen/Bablima.ppt+tanggung+jawab+sosial+manajer/

perusahaan+dalam+manajemen&cd=10&hl=id&ct=clnk&gl=id

Lingkungan eksternal dalam perusahaan

LINGKUNGAN EKSTERNAL
PELUANG, ANCAMAN, PERSAINGAN INDUSTRI, DAN ANALISIS PESAING

1. Lingkungan Umum, Industri, dan Pesaing
Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya. Tabel berikut menunjukkan beberapa lingkungan umum yang dapat menjadi peluang maupun ancaman bagi perusahaan.

2. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umumyang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis.
Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning), pengawasan (monitoring), peramalan (forecasting), dan penilaian (assessing).
Pemindaian
Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan potensial dalam lingkungan umum, dan mendeteksi perubahan-perubahanyang sedang terjadi. Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil.
Pengawasan
Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan melalui pengawasan yang berkelanjutan. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda.
Peramalan
Pada peramalan, analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi, dan seberapa cepat, perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan.
Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek-efek dari perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu perusahaan. Selangkah lebih maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-datayang menarik, tapi tidak diketahui relevansi kompetitifnya.

ANALISIS EKSTERNAL terdiri dari analisis lingkungan makro dan mikro. Analisis lingkungan makro bertujuan mengidentifiksasi peluang dan ancaman makro yang berdampak terhadap value yang dihasilkan organisasi kepada pelanggan. Obyek pengamatan dalam analisis ini adalah antara lain: kekuatan politik dan hukum, kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, kekuatan sosial, faktor demografi.

Analisis eksternal mikro diterapkan pada lingkungan yang lebih dekat dengan institusi yang bersangkutan. Dalam dunia perusahaan, lingkungan tersebut adalah industri di mana suatu perusahaan termasuk di dalamnya. Analisis yang dilakukan dapat menggunakan teori Porter mengenai persaingan, yaitu: kekuatan tawar pemasok, ancaman pendatang baru, kekuatan tawar pembeli, ancaman produk atau jasa pengganti.

3. Analisis Lingkungan Industri
Industri adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi produk-produk yang dapat saling menggantikan.
Model Lima Kekuatan

a. Ancaman dari Peserta Bisnis Baru
Peserta bisnis baru dapat menjadi ancaman karena membawa kapasitas produksi tambahan. Seringkali juga peserta bisnis baru memiliki sumberdayayang substansial dan berkeinginan kuat untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar.

b. kekuatan tawar menawar dari supplier

• kelompok tersebut didominasi sedikit perusahaan-perusahaan besar dan lebih terkonsentrasi disbanding industri yang dilayaninya.

• Produk pengganti yang memuaskan tidak tersedia bagi perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut.

• Perusahaan-perusahaa dalam industri tersebut bukan merupakan pelanggan yang signifikan bagi kelompok supplier tersebut.

• Barang-barang supplier kritikal bagi pasar pembeli.

• Efektivitas barang supplier telah menciptakan switching cost yang tinggi bagi perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut.

• Supplier-supplier menjadi ancaman yang dapat dipercaya untuk mengintegrasikan ke depan industri pembelinya.

c. Kekuatan tawar menawar pembeli

• Mereka membeli porsi yang besar dari total output industri.

• Produk yang dibeli dari suatu industri mencakup porsi yang signifikan dari biaya pembeli.

• Mereka dapat beralih ke produk lain dengan biaya yang sedikit jika ada.

• Produk-produk industri tersebut tidak distandardisasi, dan para pembeli menghadapi ancaman berat jika mereka mengintegrasikan ke belakang.

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/analisa-lingkungan-eksternal